Tampilkan postingan dengan label kerana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerana. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Februari 2014
Gadis ini tak ada boyfriend kerana hanya makan kerepek dan Keju
Abi Stroud tak mampu menemukan pacar akibat malu dengan menu makannya yang aneh
Abi Stroud tidak dapat menemukan pacar, ini disebabkan ia malu hanya makan keripik dan keju saja.
Gadis berusia 18 tahun itu terkena serangan panik, setiap saat ia memikirkan untuk mengunyah buah dan sayuran.
Abi mengatakan bahwa sampai saat ini dia tidak pernah menemukan cinta, karena dia merasa malu tentang kondisi aneh yang dideritanya, sebuah kondisi yang disebut Selective Eating Disorder atau Gangguan Makan Selektif.
Dia memakan tiga blok keju cheddar dan tiga kantong keripik dalam seminggu. Makanan baru menakutinya dan melihat pisang yang dikupas membuat muntah, dan ia bahkan tidak bisa makan roti putih, dan hanya dari satu merek tertentu.
“Aku tidak menyukai ini. Saya tidak pernah pergi untuk makan malam dengan teman. Ketika orang meminta untuk mencoba sesuatu yang berbeda saya merasa sakit dan pusing.” tutur Mahasiswa tingkat A dari Newport, South Wales, ini kepada TheSun.
Ia juga menambahkan bahwa pernah seorang guru mencoba untuk membuatnya makan nugget ayam, dan hal tersebut membuatnya menangis.
Abi mulai enggan makan makanan selain keripik dan keju dimulai ketika ia berusia sepuluh tahun, dan ia percaya bahwa hal ini terkait dengan kematian neneknya.
sumber
Rabu, 25 Desember 2013
Ibunya sanggup tinggalkan dia ditepi jalan kerana dia albino
tweetmeme_style = "compact"; src="http://tweetmeme.com/i/scripts/button.js" type

Seorang ibu sanggup meninggalkan bayinya di jalan kerana bayi menghidap kelainan iaitu albino.
Bayi perempuan mungil berambut putih ini ditemukan di pinggir jalan di Nanning, Daerah Guangxi. "Saya sedang berjalan dan terkejut mendengar tangisan bayi yang dibungkus dalam selimut. Ketika saya buka bungkusan itu, bayi tersebut terlihat kelelahan kerana menangis," katanya.
Polisi menemukan beg yang berisi baju bayi dan juga sampul surat dengan wang sebanyak 3.900 yuan. Di sampul surat itu tertulis," saya harap ada orang yang berhati baik dan mengirim bayi ini ke rumah yatim piatu. Semoga Anda diberkati". Oh Anakku, saya ibu tak bertanggung jawab dan tak boleh berbuat apa-apa. Saya meminta maaf".
Polisi mensyaki ada kemungkinan dia membuang bayinya kerana berambut dan berkulit putih ataupun ada ibu tak kuasa membesarkan anaknya kerana peraturan di negara itu yang memberikan denda jika memiliki anak lebih dari satu di sebuah keluarga.
Kebanyakan keluarga di China hanya dibolehkan memiliki satu anak untuk mengurangi populasi penduduknya yang semakin ramai. Kebanyakan anak dan terutama anak perempuan dibuang akibat peraturan tersebut.
Peraturan ini juga kemudian membuat meningkatnya jumlah pengguguran anak yang diperkirakan 13 juta kes setiap tahun dan kebanyakan diminta oleh penguasa setempat. Bagi mereka yang melanggar peraturan memiliki lebih dari satu anak mereka akan denda hingga 263 ribu yuan .-Daily Mail
Borak Kosong
Selasa, 17 Desember 2013
Paderi akan dibicarakan kerana cabuli sodomi kanak kanak
23 April 2013 catatan idahsalam
Victoria - Seorang Paderi Katolik menyerahkan diri kepada polis Australia setelah didakwa atas kes pencabulan anak-anak. Paderi berusia 67 tahun ini akan segera dibicarakan, setelah sekian lama berada di Vatikan.
Paderi yang namanya sengaja dirahsiakan ini, didakwa terkait kes pencabulan anak-anak yang terjadi pada tahun 1976 dan 1985 lampau. Tindak pencabulan tersebut terjadi di dua wilayah, yakni Sunbury dan Ferntree Gully, yang semuanya ada di negara bahagian Victoria, Australia.
"Polis Victoria telah bernegosiasi dengan Gereja Katolik sejak Julai 2012 agar lelaki tersebut kembali dari Rom ," ujar Juru C Polis Victoria seperti dilansir The Australian, Isnin (22/4/2013).
"Kepulangan lelaki ini ke Victoria merupakan hasil kerjasama yang baik antara Polis Victoria dengan Gereja Katolik," imbuhnya.
Pernyataan Polis Victoria ini sedikit berbeda dengan pernyataan sebelum-sebelumnya, yang kerap menyebut pihak gereja kurang memberi kerjasama ketika menyinggung penyiasatan polis terhadap paderi dari pihak mereka. Untuk kes ini, diperlukan waktu 1 tahun untuk bernegosiasi dengan pihak gereja.
Menurut polis, paderi ini dijerat 10 dakwaan, termasuk sodomi, pencabulan, dan penyerangan. Semuanya dilakukan terhadap anak-anak yang tidak disebut secara terperinci jumlahnya. Namun dipastikan para mangsanya berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai dakwaan-dakwaan tersebut.
Dengan didampingi peguamnya, lelaki ini menyerahkan diri kepada polis begitu tiba di Victoria pada Isnin (22/4) waktu setempat. Setelah sempat ditahan dan dimintai keterangan, dia akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Perbicaraan perdana kes ini akan dijalankan di Mahkamah Melbourne pada 26 April mendatang.detikNews
Paderi yang namanya sengaja dirahsiakan ini, didakwa terkait kes pencabulan anak-anak yang terjadi pada tahun 1976 dan 1985 lampau. Tindak pencabulan tersebut terjadi di dua wilayah, yakni Sunbury dan Ferntree Gully, yang semuanya ada di negara bahagian Victoria, Australia.
"Polis Victoria telah bernegosiasi dengan Gereja Katolik sejak Julai 2012 agar lelaki tersebut kembali dari Rom ," ujar Juru C Polis Victoria seperti dilansir The Australian, Isnin (22/4/2013).
"Kepulangan lelaki ini ke Victoria merupakan hasil kerjasama yang baik antara Polis Victoria dengan Gereja Katolik," imbuhnya.
Pernyataan Polis Victoria ini sedikit berbeda dengan pernyataan sebelum-sebelumnya, yang kerap menyebut pihak gereja kurang memberi kerjasama ketika menyinggung penyiasatan polis terhadap paderi dari pihak mereka. Untuk kes ini, diperlukan waktu 1 tahun untuk bernegosiasi dengan pihak gereja.
Menurut polis, paderi ini dijerat 10 dakwaan, termasuk sodomi, pencabulan, dan penyerangan. Semuanya dilakukan terhadap anak-anak yang tidak disebut secara terperinci jumlahnya. Namun dipastikan para mangsanya berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai dakwaan-dakwaan tersebut.
Dengan didampingi peguamnya, lelaki ini menyerahkan diri kepada polis begitu tiba di Victoria pada Isnin (22/4) waktu setempat. Setelah sempat ditahan dan dimintai keterangan, dia akhirnya dibebaskan dengan jaminan. Perbicaraan perdana kes ini akan dijalankan di Mahkamah Melbourne pada 26 April mendatang.detikNews
Langganan:
Postingan (Atom)