Minggu, 24 November 2013

Panduan Praktis Menanam Cabe Merah


BUDIDAYA TANAMAN CABAI MERAH  

A. PENDAHULUAN          
    Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit,    dll.      
     PT.  Natural  Nusantara ( NASA )  berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara  kuantitas,  kualitas dan  kelestarian ( K-3 ), sehingga  petani  dapat  berkompetisi di era  pasar  bebas.         

B. FASE PRATANAM       
1. Pengolahan Lahan        
·Tebarkan pupuk kandang  dosis  0,5 -1 ton/ 1000 m2
·Diluku kemudian digaru (biarkan  +  1 minggu)
·Diberi Dolomit  sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
·Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar  80 cm   
·Siramkan SUPER NASA (1 bt) / NASA(1-2 bt)
- Super Nasa : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc  larutan  induk.            
Atau 1 gembor  ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan  +  5-10  m.       
- NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan  sepanjang  + 5 - 10 meter.            
·Campurkan  GLIO 100 -  200  gr  ( 1 - 2  bungkus  )  dengan 50  -  100   kg   pupuk   kandang,  biarkan  1  minggu  dan  sebarkan  ke  bedengan.
·Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam  60 cm  x  70 cm  pola  zig  zag  ( biarkan  +  1 - 2  minggu ).

2. Benih
·Kebutuhan per 1000 m2  1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan  Natural  CS-20,  CB-30
·Biji  direndam  dengan   POC  NASA  dosis  0,5 - 1  tutup / liter  air  hangat  kemudian  diperam  semalam.

C. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)          
1. Persiapan Persemaian   
·Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan  atap  plastik  atau  rumbia.
·Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan  3 : 1.  Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu.  Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.
2. Penyemaian    
·Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag,  lalu  ditutup  selapis  tanah  +  pupuk kandang matang yang telah disaring
·Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17  HSS
·Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban

3. Pengamatan Hama & Penyakit  
a. Penyakit           
·Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
·Embun bulu, ditandai  adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
·Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit  terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.
               
b. H a m a            
·Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan
 pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan  BVR atau PESTONA.  
·Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
·Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip
               
D. FASE TANAM               
1. Pemilihan Bibit               
· Pilih  bibit   seragam, sehat, kuat dan tumbuh  mulus             
·Bibit  memiliki  5-6  helai  daun (umur 21 - 30 hari)
2. Cara Tanam   
·Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
·Plastik polibag dilepas
·Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA  3-4 tutup/ tangki.


3. Pengamatan Hama       
· Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
· Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ),
   Ciri  ulat  yang  baru  menetas / masih  kecil   berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva  memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang  digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI  atau  PESTONA.               
· Bekicot/siput.    Memakan     tanaman,    terutama   menyerang  malam hari. Dicari  di  sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar  areal.  

E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)    
1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman  atau penggenangan (dilep)  jika dirasa kering.
2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl  :  NASA =  (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan  umur 1 - 4 minggu  dosis  250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr  dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
                 Kebutuhan  total  pupuk makro  1000 m2 :
               
Jenis Pupuk      1 - 4 minggu       5 - 12 minggu                                                                              
                                ( kg )                       ( kg )

Urea                          7                             56
 SP-36                       7                             28        
KCl                            7                             28

Catatan :                                                                              
- Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)                                                                      
- Umur 5-12 mg  8 kali aplikasi  (± 14 tong/aplikasi)                                                                  
3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA  +  Hormonik  dosis  1-2  tutup/tangki.                                                                     
4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang  utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.                                                                      
5. Pengamatan Hama dan Penyakit                                                                              
·  Spodoptera litura/ Ulat grayak  Lihat depan.                                                                           
· Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat  fase persemaian.                                                                          
· Penyakit   Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO                                                                        
·  Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan  pada daun tua.              
·              Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif  Metil Eugenol 40 buah / ha
·              Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan  GLIO di bawah tanaman.

F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN          
1. Pemanenan     
· Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
· Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
· Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas,  dosis  500  cc/ph
2. Cara panen :   
· Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
· Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
· Penyortiran dilakukan sejak di lahan
· Simpan ditempat yang teduh
3. Pengamatan Hama & Penyakit  
· Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar